Tuesday, September 23, 2008

Pekerja Keras dan Biaya Kesehatan - Pilih Cemilan Sehat atau ... - Lindungi Otak dengan Vitamin B12

Pekerja Keras dan Biaya Kesehatan

Para pekerja sehat ternyata menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membayar biaya kesehatan. Demi kian hasil penelitian Blaine Bos dari University Harvard di New York.

Blaine meneliti 3.000 pekerja selama setahun. Para pekerja dibagi berdasrkan kinerja, yakni kelompok yang bekerja terlalu keras dan mereka yang bekerja secara normal.

Hasil penelitian membuktikan mereka yang bekerja terlalu keras, termasuk bekerja di luar waktu kerja (lembur), akan menghabiskan 60% penghasilan mereka untuk membiayai kesehatan, sedangkan yang bekerja secara normal hanya menghabiskan 30% penghasilan mereka untuk kesehatan.

"Saya sangat terkejut atas penelitian ini. Bekerja untuk mendapatkan penghasilan lebih, ternyata malah lebih banyak mengeluarkan penghasilan," ujar Blaine.

Blaine menganjurkan para pekerja selalu bekerja dalam kondisi yang prima. Selain itu, tidak memaksakan diri melakukan pekerjaan ketika tubuh sudah tidak mampu melaksanakan pekerjaan itu.

Sumber : Media Indonesia, 08 September 2008

Pilih Cemilan Sehat, atau ...

Apa yang anda lakukan jika harus memilih : cemilan sehat atau cemilan asal? Ternyata, seperti tertulis dalam Journal Of Nutrition Education and Behaviour, terlihat ketidakkonsistenan antara pilihan dan perilaku sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Wageningen University, Belanda, dilakukan dengan mewancarai para sukarelawan. Mereka ditanya apa pilihannya jika harus memilih: makan apel, pisang, permen, dan kue wafel bertabur krim manis. Lalu apa jawabnya? Separuhnya menjawab cemilan sehat, yaitu apel dan pisang. Namun ketika ditanya seminggu kemudian, 27% mengganti jawabannya dengan permen atau wafel. Dari sekitar 585 sukarelawan yang diteliti, yang semuanya berprofesi pegawai kantor, juga didapati tak sepenuhnya melakukan apa yang menjadi pilihannya.

Menurut Pascalle Weijzen, peniliti dari Division of Human Nutrition, Wageningen University, hal itu terjadi karena 'perhatian' biasanya berada di bawah kendali kontrol kognitif (otak). Sedangkan memutuskan 'pilihan' kerapkali diambil berdasarkan kata hati, bahkan tanpa sadar.

Sumber : Koran Tempo, 17 September 2008

Lindungi Otak dengan Vitamin B12

Vitamin B12, nutrisi yang bisa didapat dari daging, ikan dan susu, ditengarai bisa mencegah berkurangnya volume otak pada orang lanjut usia. Sebanyak 107 sukarelawan berusia antara 61-87 tahun, diuji kemampuan memori dan fisiknya. Peneliti juga mengambil sampel darah mereka untuk mengecek kadar vitamin B12. Lalu, pemeriksaan (scan) otak dan uji kemampuan memori dilakukan kembali setelah 5 tahun kemudian.

Hasilnya, seperti ditulis dalam Journal Neurology, kelompok orang yang memiliki kadar vitamin B12 lebih tinggi memiliki peluang 6x lebih kecil mengalami penyusutan volume otak dibandingkan yang memiliki kadar vitamin B12 lebih sedikit di dalam darahnya.

"Banyak faktor yang memungkinkan terjadinya kemunduran otak ini. Namun penelitian ini ingin menunjukkan secara sederhana bahwa dengan mengkonsumsi lebih banyak vitamin B12 dalam kandungan makanan (daging, ikan, dan sebagainya), bisa membantu mencegah penyusutan volume otak sekaligus menyelamatkan memori kita," jelas Anna Vogiatzoglou, M.Sc, dari Universitas Oxford, Inggris. Ia menambahkan, penelitian ini tidak menguji vitamin B12 dalam bentuk suplemen. Maka bagaimana efeknya, tidak diketahui.

Sumber : Koran Tempo, 17 September 2008


Hard Labor and Health Cost

The health workers had to spend most of their income to pay for the cost of health care. For more research Blaine Bos from Harvard University in New York.

Blaine examined 3,000 workers during the year. The workers are divided berdasrkan performance, namely, a group that works too hard and they are working normally.

Results of research to prove that they work too hard, including working outside of working time (overtime), will spend 60% of their income to pay for health care, while working in a normal spend only 30% of their income to health.

"I am very surprised over this research. Working to get more revenue, was even more to earnings," said Blaine.

Blaine always encourage workers to work in excellent condition. In addition, do not impose self-employment when the body is not able to perform the work.

Source: Media Indonesia, 08 September 2008

Select Healthy Food, or ...

What should you do if you choose: healthy food or vain food ? However, as stated in the Journal of Nutrition Education and behavior, are major inconsistencies between the selection and day-to-day behavior.

Research conducted by scientists from Wageningen University, Netherlands, carried out with interviewing volunteers. They asked what if the choice must choose: eating apples, bananas, candy, and waffle flavoured sweet cream. Then what answer? Half said healthy food, namely apples and bananas. However, when asked a week later, 27% change the answer to the candy or wafel. From around 585 volunteers are examined, all professional staff office, also found not fully do what a choice.

According to Pascalle Weijzen, a researcher from the Division of Human Nutrition, Wageningen University, it occurred because of 'concern' are usually under the control of cognitive control (brain). Meanwhile, the 'choice' often taken based on conscience, even without conscious.

Source: Koran Tempo, 17 September 2008

Protect Brain with Vitamin B12

Vitamin B12, nutrition, which can be obtained from meat, fish and milk, can prevent suspected of decreasing the volume of the brain in elderly people. Of 107 volunteers aged between 61-87 years old, tested the ability of memory and physical. Researchers also take samples to check their blood level of vitamin B12. Then, check (scan) the brain and memory ability test conducted back after 5 years later.

The result, as written in the Journal Neurology, a group of people who have the level of vitamin B12 have a higher chance 6x smaller brain volume reduced compared to the level of vitamin B12 have less in the blood.

"Many of the factors that allow the occurrence of this setback brain. However, this research shows a simple wish that by consuming more vitamin B12 in the content of the food (meat, fish, etc.), can help prevent brain shrinkage volume at the same time we save memory," said Anna Vogiatzoglou, M. Sc, from the University of Oxford, England. He added that this research did not test in the form of vitamin B12 supplements. So what effect, is not known.

Source: Koran Tempo, 17 September 2008

Tuesday, September 16, 2008

Terapi Menulis - Menulis Bisa Sembuhkan Penyakit

Menulis Bisa Sembuhkan Penyakit

Ketika Journal Of Pain & Symptom Management pekan lalu mempublikasikan hasil studinya tentang terapi menulis yang bisa mengurangi rasa sakit dan memperbaiki tubuh secara umum, beragam pertanyaan bermunculan.

Apa hubungannya antara giat menulis dan proses penyembuhan suatu penyakit, terutama penyakit yang sangat serius, seperti kanker dan sejenisnya ?

Akan tetapi, itulah yang dialami langsung Gatut Susanta, 43, warga Kota Bogor, Jawa Barat, kelahiran Madiun, Jawa Timur. Lima komplikasi penyakit, yakni hepatitis, gagal ginjal, pengentalan darah dan penyempitan pembuluh otak, serta infeksi kandung kemih, yang dideritanya sejak Februari 2005, bisa sembuh total.

“Obatnya menulis dan terus menulis hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan 15 judul buku,” tutur insinyur sipil itu saat ditemui Media Indonesia di ruang VIP RS Karya Bhakti Bogor, suatu waktu.

3 tahun lalu, dokter memvonis Gatut mengidap komplikasi penyakit. Sejak itu Gatut berkeliling ke berbagai dokter dan rumah sakit besar di Kota Bogor hingga Jakarta untuk menyembuhkan penyakitnya. Beragam obat herbal atau resep dokter pun dikonsumsinya. Ia pun menjalani pengobatan alternatif, namun hasil semuanya nihil. Rasa putus asa pun sempat mencuat.

Hingga pada penghujung 2006, saat mengikuti program kepemimpinan di Jakarta. Gatut terinspirasi oleh film yang diputar di kelas tentang ketegaran seorang figure yang hanya memiliki sebelah tangan. “Walaupun sakit-sakitan, figure tersebut mengisi hidupnya dengan menulis sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Dengan menulis (menggunakan media komputer dan manual/dengan tangan), sang figure tadi terlihat sehat.”

Gatut akhirnya mengikuti jejak sang figur, menulis dengan bantuan media komputer. “Mungkin dengan menulis, akan membuat orang selalu tenang, menerima dan mensyukuri apa yang diterima dan dialami saat itu, dan tetap berusaha untuk sembuh,” kata Gatut.

Resep yang didapatnya tanpa sengaja itu kini dirasakan kemanjurannya. Komplikasi penyakit yang ada pada dirinya selalu dilawannya dengan menulis, setiap hari. Hingga tanpa terasa, Gatut sekarang sudah menghasilkan 15 judul buku di bidang property. Aktivitas rutinnya sebagai wakil rakyat pun tetap dia kerjakan seperti biasanya.

“Hikmah yang saya rasakan, setelah aktif menulis dan tidak putus dalam 3 tahun terakhir ini, komplikasi kelima penyakit saya menurut para dokter telah hilang. Sembuh total.”

Gatut juga hampir tidak percaya bahwa hepatitis yang dideritanya dinyatakan sembuh, demikian juga penyempitan pembuluh otak.

Fauzi Zaki, salah seorang dokter yang menangani komplikasi penyakit Gatut pun membenarkan bahwa kesembuhan pasiennya banyak terbantu dengan aktivitas menulisnya.

“Gatut orangnya sangat aktif yang mengakibatkan banyak organ-organ tubuhnya mengalami kerusakan. Itulah yang dia alami sehingga menderita komplikasi penyakit.” Dengan terapi menulis dan dilakukan bertahun-tahun, ternyata semua organ gatut mengalami ruisteg (santai).

“Nah disitulah terjadi semua proses penyembuhan komplikasi penyakit yang diderita Gatut. Karena di saat organ-organ tubuhnya ruisteg saat menulis berarti secara otomatis mengalami pemulihan,” pungkas Faizal Zaki

Sumber : Media Indonesia

Thursday, September 11, 2008

Kalsium dan Kanker Prostat - Pasangan Hidup Mirip Orang Tua - Begadang Segarkan Otak

english version below these articles
Kalsium dan Kanker Prostat

Para pria berhati-hatilah dengan kalsium yang berlebihan. Karena menurut analisis terbaru yang dilakukan oleh Wake Forest University School of Medicine dan University of Wisconsin, kadar kalsium yang berlebihan di dalam aliran darah laki-laki bisa meningkatkan resiko kanker prostat yang serius. “Hal ini terjadi karena distribusi serum kalsium sudah diatas kadar normal,” ujar Gary G. Schwartz, Ph.D, Assoc. Professor pada bidang Epidemiologi dan Biologi Kanker pada Wake Forest University.

Hasil riset yang dirilis dalam jurnal American Association for Cancer Research, menyebutkan 2.184 laki-laki yang menjadi sukarelawan, diteliti dan diukur kadar kalsium dalam darahnya kurang lebih sembilan tahun sebelum terdiagnosis kanker prostat.

Dari keseluruhan sukarelawan, peneliti memfokuskan pada 85 kasus kanker prostat dan 25 kasus kematian yang disebabkan kanker ini. Mereka dibagi berdasarkan tingkatan serum kalsiumnya. “Ternyata, kami mendapatkan hasil yang signifikan terhadap besarnya peluang kanker prostat,” imbuh Halcyon G. Skinner, peneliti lainnya. Menurutnya, hasil laboratorium menunjukkan bahwa baik kalsium maupun hormon parathyroid bisa memicu pertumbuhan sel kanker prostat. Kadar kalsium yang aman di dalam darah adalah di bawah 7 mg/desiliter dan jika diatas 14 mg bisa menyebabkan koma.

Sumber : Koran Tempo, 11 September 2008

Pasangan Hidup Mirip Orang Tua

Baik pria maupun perempuan memiliki kecenderungan memilih pasangan hidupnya yang bentuk wajahnya mirip dengan orang tua mereka.

Tamas Bereczkei dari Universitas Pecs, Hongaria, meneliti 52 keluarga. Penelitian itu melibatkan keluarga dan calon menantu mereka.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kecenderungan sang anak akan memilih bentuk wajah yang mirip dengan orang tuanya. Misalnya, sang anak, seorang perempuan akan memilih pasangannya yang wajahnya mirip dengan ayahnya, begitu juga sebaliknya dengan pria.

Menurut penelitian tersebut, kemiripan itu terletak antara bibir, dagu, dan hidung antara calon mertua dan sang menantu.

Tamas juga mengatakan meski ada hubungan buruk sang anak dengan salah satu orang tua mereka, hal itu tidak akan mempengaruhi penilaian mereka terhadap pasangan. Menurutnya, mereka akan tetap memilih bentuk wajah orang tuanya.

“Hubungan antara anak dan orang tua yang sudah terjalin dalam waktu lama akan mempengaruhi pola pikir. Hal itu tidak akan berpengaruh terhadap factor gen,” kata Tamas

Sumber : Media Indonesia, 09 September 2008


Begadang Segarkan Otak

Begadang ternyata mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan hormon kesenangan dalam otak anda. Demikian hasil penelitian dari Nora Volkow, Direktur Institut Penyalahgunaan Narkotika Nasional dan rekan-rekannya di AS.

Penelitian itu melibatkan 15 partisipan yang sehat. Sebagian dari mereka diminta tetap terjaga semalaman, sedangkan yang lainnya diizinkan untuk tidur. Pada pagi harinya, studi dilanjutkan dengan menilai tingkat keletihan para partisipan serta menguji kinerja kognitif partisipan terhadap perhatian visual dan daya ingat.

Hasil penelitian menunjukkan mereka yang begadang mampu menyelesaikan test kognitif dengan benar dan kemampuan mengingat mereka juga meningkat, sedangkan partisipan yang tidur tidak mengalami peningkatan apapun.

“Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa hormon kesenangan pada mereka yang begadang meningkat karena tingkat depresi dalam pikiran menurun,” ujar Nora

Sumber : Media Indonesia


Calcium and Prostate Cancer

Gentlemen, please be careful with excessive calcium. Because according to the newest analysis that was carried out by Wake Forest University School of Medicine and University of Wisconsin, the level of calcium that was abundant in the male blood circulation could increase the risk of serious prostate cancer. “this thing happened because of the distribution of the calcium serum already above the level of normal,” said Gary G. Schwartz, Ph.D, Assoc. The professor to the Epidemiology field and Kanker Biology to Wake Forest University.

Results of the research that was released in the journal of American Association for Cancer Research, mentioned 2,184 men who became the volunteer, were researched and measured the level of calcium in his blood approximately nine years before was diagnosed by prostate cancer.

From the volunteer's whole, the researcher focussed in 85 cases of prostate cancer and 25 cases of the death that was caused by this cancer. They were divided was based on his stage of the calcium serum. “In fact, we got results that were significant towards the size of the cancer opportunity prostat,” added Halcyon G. Skinner, the other researcher. According to him, results of the laboratory showed that both calcium and the hormone parathyroid could trigger the growth of the cell of prostate cancer. The level of calcium that was safe in blood was below 7 mg/decilitre and if above 14 mg could cause the comma.

Source: Koran Tempo, September 11 2008

The Living Couple Was Similar To Parents

The man and the woman had the trend to choose his life couple that the form of his face resembled their parents.

Tamas Bereczkei from the Pecs University, Hongaria, researched 52 families. The research involved the family and their prospective son-in-law.

Results of this research showed the existence of the trend the child will choose the form of the face that resembled his parents. For example, the child, a woman will choose his couple that his face resembled his father, even so conversely in a male manner.

According to this research, the resemblance was located between the lip, the chin, and the nose between the prospective parent-in-law and the son-in-law.

Tamas also said although having bad relations the child with one of their parents, that will not influence their assessment against the couple. According to him, they will continue to choose the form of the face of his parents.

“The relationship between the child and parents who have been established in a long time will affect the pattern thought. That will not be influential against factor gen,” Tamas said

Source: Media Indonesian, September 09, 2008

Stay Up All Night Refresh The Brain

Stay up all night evidently could increase the capacity to think and the happiness hormone in your brain. Was like this results of the research of Nora Volkow, Director of Institute Abuse of National Narcotics and his colleagues in the USA.

The research involved 15 healthy participants. Some of the they were asked to continue to be awakened for a night, whereas that was other was permitted to sleep. The following morning, the study was continued by considering the level of the fatigue of the participants as well as testing the cognitive achievement of participants towards visual attention and the power remembered.

Results of the research pointed them who stayed up all night out could resolve test cognitive correctly and the capacity remembered them also increased, whereas participants who slept did not experience the increase anything.

“Besides that, results of the research also proved that the happiness hormone to them who stayed up all night increased because of the level of depression in thoughts decline,” said Nora

Source: Media Indonesia

Wednesday, September 10, 2008

Internet dan Gula Darah - Bermain Game Pertajam Pikiran - Banyak Berjalan Tingkatkan Memori

Internet dan Gula Darah

Penderita diabetes boleh tersenyum karena mereka bisa mengakses program internet untuk membantu mengendalikan penyakit mereka.

Melalui internet, para ahli sudah mengembangkan program BGA Thome sebagai adaptasi dari program khusus yang berfungsi meramalkan dan mencegah naik turunnya konsentrasi gula darah.

Artinya, penderita diabetes dapat menjaga kadar gula darah atau glukosa harian dengan cara mencatat gejala yang timbul berkenaan dengan kondisi rendahnya kadar gula.

“Kontrol gula darah versi internet didesain agar penderita bisa mengontrol kadar gula darah sendiri darah rumah atau ruang pribadinya,” ujar Daniel Cox, pemimpin riset dari University of Virginia Health Systems.

Dengan program ini, peneliti juga mendapati penderita lebih mungkin melakukan pilihan lebih bijaksana pada saat tingkat gula darah mereka rendah. Misalnya, dengan berpuasa karbohidrat atau memilih untuk tidak menyetir saat tingkat gula darah mereka sangat rendah

Media Indonesia, 11 Agustus 2008

Bermain Game Pertajam Pikiran

Anggapan bermain game membuat anak menjadi bodoh sebaiknya dihilangkan. Hasil penelitian Fran Blumberg dan rekan – rekannya dari Universitas Fordham di Boston membuktikan bermain game akan meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir.

Penelitian itu melibatkan 122 murid kelas 5, 6, dan 7. Mereka diminta menyelesaikan suatu permainan yang belum pernah mereka mainkan dalam 20 menit. Hasil penelitian itu menunjukkan murid yang biasa bermain game mampu menyelesaikan permainan tersebut dan meraih nilai tinggi. Sementara itu, sebagian dari mereka yang tidak biasa main game tidak mampu menyelesaikan permainan tersebut.

“Anak – anak yang lebih muda memusatkan pikiran dalam perencanaan dan menemukan penyelesaian masalah ketika sedang bermain game, sedangkan para remaja sedikit berpikir dan membutuhkan waktu yang lama dalam menentukan strategi yang akan digunakan,” ujar Blumber

Sumber : Media Indonesia 20 Agustus 2008

Banyak Berjalan Tingkatkan Memori

Orang dewasa yang mengikuti program khusus aktivitas fisik, terbukti menunjukkan peningkatan fungsi kognitifnya. Begitu tertulis dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) terbaru .

Penyakit Alzeimer, tak dipungkiri kian meningkat penderitanya. Seiring dengan makin tingginya harapan hidup seseorang. Maka, memperlambat munculnya resiko kepikunan menjadi hal penting.

Nicola T. Lautenschlager, MD, dan rekan sejawat dari Universitas Melbourne, Australia, pun melakukan penelitian tentang aktifitas fisik pada 138 orang berusia 50 tahun ke atas. Mereka yang dipilih secara random itu diberikan program aktivitas fisik selama 24 minggu. Mereka diharuskan melakukan aktivitas fisik (dengan berjalan) tersebut sedikitnya 150 menit dalam seminggu.

Dan hasilnya, para sukarelawan yang mengikuti program tersebut menunjukkan angka rata-rata yang baik. Dalam arti, lebih lambat mengalami penurunan daya ingat dibandingkan kelompok pembanding yang tidak mengikuti program tersebut.

“Dibandingkan dengan minum obat, yang tidak menunjukkan hasil signifikan dalam 36 bulan pertama, aktivitas fisik justru punya manfaat lebih. Selain memperbaiki fungsi otak, juga bisa membantu mengatasi depresi, kerja jantung, yang bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang,” jelas Nicola

Sumber : Koran Tempo, 10 September 2008

Wednesday, September 3, 2008

Ikan Rebus Cegah Stroke - Brokoli dan Kesehatan Jantung - Semangka dan Libido

Ikan Direbus Cegah Stroke

Hasil studi di Finlandia menunjukkan manula yang rutin mengkonsumsi ikan tanpa digoreng memiliki resiko kerusakan otak lebih rendah sehingga peluang stroke dan lupa ingatan semakin tipis.

Studi yang dilakukan terhadap 3.660 orang berusia 60-an tahun ke atas itu menyebutkan mereka yang menyantap ikan tuna dan ikan lain yang dibakar atau direbus, sedikitnya 3 x per minggu, beresiko lebih kecil terkena kerusakan jaringan otak jika dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan.

Dengan kata lain, ikan yang kaya akan omega-3 seperti salmon, mackerel, dan tuna albacore memiliki manfaat sangat penting bagi kesehatan.

Menurut kepala studi Dr. Jyrki K Virtanen dan kawan-kawan dari University of Kuopio, jika ikan yang dimakan itu digoreng, ternyata tidak akan ada manfaatnya. Hal itu karena turunnya kandungan omega-3 dalam ikan.

Sumber : Media Indonesia, 06 Agustus 2008


Brokoli dan Kesehatan Jantung

Brokoli ternyata, selain mampu menyembuhkan kanker prostat, dapat memulihkan jaringan pembuluh darah jantung yang rusak akibat diabetes.

Menurut penelitian tim dari Universitas Warwyck, senyawa sulforaphane yang ditemukan pada sayuran dari keluarga Brassica itulah yang menjadi penyebab penyembuhan tersebut.
Hasil penelitian itu mengungkapkan senyawa sulforaphane mengakibatkan protein dalam tubuh yang dikenal dengan nrf2 yang dapat melindungi sel dan jaringan dari kerusakan. Apalagi, sayuran itu juga diketahui memproduksi sebuah enzim yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul tingkat tinggi yang menyebabkan kerusakan sel.

“Penelitian kami memperlihatkan senyawa seperti sulforaphane yang dihasillkan brokoli lah yang membantu proses penyembuhan rusaknya pembuluh darah yang diakibatkan diabetes,” kata peneliti Professor Paul Thornalley.

Sumber : Media Indonesia 07 Agustus 2008


Semangka dan Libido

Hasil penelitian terbaru mengungkapkan semangka mengandung senyawa yang baik bagi jantung dan system peredaran darah. Bahkan semangka diduga dapat meningkatkan libido.

Dr. Bhmu Patil dari Universitas Texas A&M, AS, bersama koleganya melakukan studi yang menyelidiki manfaat buah tersebut bagi kesehatan. Kesimpulannya, saat kita mengkonsumsi semangka, senyawa organic citrulline diubah menjadi asam amino yang dinamai arginine.

“Hubungan citrulline-arginine membantu kita menjaga kesehatan jantung, system kekebalan tubuh, dan bisa jadi sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita obesitas dan diabetes tipe 2,” kata Patil.

Ia menambahkan, arginine juga dapat meningkatkan senyawa nitric oksida yang berguna untuk mengendurkan pembuluh darah, efek yang sama dengan yang dimiliki Viagra. Karena itu, Patil menduga semangka dapat digunakan untuk menangani dan mencegah disfungsi ereksi.

Sumber : Media Indonesia 03 Juli 2008